Sabtu, 27 April 2013
Merawat Rumah Tuhan dalam Diri
Manusia memiliki sifat yang sangat kuat
dalam dirinya yaitu; kebiasaan. Semestinya sifat seperti itu sangat perlu
dipertahankan dan dikembangkan kearah yang positif. Artinya kebiasaan itu dapat
menciptakan kebahagiaan diatas bumi ini, dengan cara mengikuti petunjuk
Tuhan yang telah tertuang dalam ajaran
Agama . lalu bagaimana mengembangkan kebiasaan yang positif? Sebenarnya kita
tidak perlu terlalu jauh berfikir, cukup dengan cara yang sederhana yaitu;
sembahyang dan meditasi.
Bertitik tolak dari hal
tersebutlah akan banyak bermunculan masalah kehidupan yang di hadapi oleh
manusia itu sendiri. Memang manusia itu pada dasarnya adalah makhluk social,
tetapi jangan lupa manusia juga makhluk religius dan makhluk individu. Oleh
karena itu didalam pembahasan sekarang ini akan lebih menitik beratkan kepada
manusia sebagai makhluk individu, selanjutnya manusia sebagai makhluk social
yang berlandaskan religius, namun individu yang dimaksudkan disini bukan
berarti mengarah kepada egoisme negatif, namun lebih mengarah kepada egoisme
positif. Sebab bagiamanapun manusia itu lahir sendiri, matipun nantinya akan
sendiri pula.
Seperti sloka yang
pernah saya dengar dari orang bijaksana sebagai berikut; Manusia memiliki hak
dan kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dari jeratan tali neraka. Artinya
tidak ada manusia yang mampu merubah prilaku manusia yang lain, kecuali mereka
yang mau merubah prilaku mereka sendiri. Tidak ada guru yang mampu membuat
muridnya menjadi pinter semua. Kalau memang ada guru yang mampu mebikin
muridnya pinter semua, kenapa di dalam satu kelas yang pelajarannya sama
gurunya sama ada murid juga yang bodoh? Tak ubahnya seperti seorang petani yang
menanam jeruk, si petani hanya mampu menggemburkan tanahnya, menyiraminya, dan
ngasi pupuk, namun bukan air dan bukan pupuk yang bisa membikin buah, memang
jeruk itu yang telah dikodratkan olehNya memiliki buah. Namun peran pupuk dan
air serta petani tersebut hanya sebagai perangsang dan memberi rangsangan agar
buahnya jeruk itu cepat muncul.
Tuhan ada di sekeliling kita
Sebagaimana sumber kepercayaan
manusia terhadap Tuhan yang maha tinggi,maha kuasa yang menuntun kita di setiap
kita menghirup serta menghembuskan nafas,Secara kepercayaan orang hindu Tuhan
itu ada dimana mana,tetapi secara mendalam tuhan itu tidak jauh maupun dekat
tetapi berada disekeliling kita,ada di setiap pori pori kulit kita,Tetapi kita
tidah pernah sadar akan beliau karena kita kurang pengetahuan.sebagai mana
sebuah cerita yang saya sukai sejak kecil yaitu,ikan berada diair tapi tidak
tahu Air itu apa.Disuatu hari ada seorang anak dan ibunya sedang mencuci
pakaian di sungai ,sang ibu itu berkata’’Air begitu penting bagi kehidupan
tanpa Air kita semua akan mati’Pada saat itu pun penbicaraan seorang ibu dan
anak tersebut di dengar oleh seekor ikan kecil.Ikan kecil tersebut mendadak
jadi gelisah dan ingin tahu apakah itu air,dan dimanakah air itu berada.Yang
begitu penting bagi kehidupan ini?
ikan kecil tersebut berenang kesana kemari
sambil bertanya kepada setiap ikan yang dia jumpai’Hai Tahukah kamu dimanakah
air itu berada?’’Aku telah mendengar
percakapan dua manusia bahwa tanpa air semua kehidupan akan mati’Ternyata
semua ikan yang dia jumpai dan dia tanyai tidak mengetahui dimana air itu
berada.Ikan kecil itu semakin bingung dan gelisah lalu dia berenang menuju
sumber mata air sungai tersebut dan bertemu dengan ikan yang tua,dia pun
bertanya kepada ikan yang tua tersebut ‘Dimanakan air itu berada,apa air
itu,Ikan tua itu menjawab dengan tenang sambil senyuman dan kebijakan”Tidak
usah bingung, tidak usah gelisah anakku’Air itu mengalirimu Sehingga kamu
sampai tidak sadar kehadirannya ,memang benar kehidupan tanpa air semuanya akan
mati,sejak itulah ikan kecil tersebut merasa bahagia dan jernih.Sesungguhnya
tuhan itu tidaklah jauh tetapi berda didalam diri kita masing masing tetapi
kita semua tidak pernah sadar akan kehadirat-Nya,Tuhan berada disetiap pori
pori kulit kita,karena kita di selimuti oleh kebodohan dan kebutaan batin,kita
selalu mengangap tuhan itu tinggi,hebat jauh,bila kita salah kita akan di
potong potong,digoreng,di kirim keneraka,dan sebagainya,,sebagaimana cerita
seokor ikan kecil tersebut dia mencari air kemana mana ,tetapi sesungguh nya
yang dicari berada di sekeliling dirinya,Itu sebabnya mulai sekarang kita
menyadari bahwa tuhan itu tidaklah jauh,tetapi ada disekeliling kita.
Kamis, 25 April 2013
Kekayaan
. Itulah kekayaan yangmengagumkan, bahwa dalam hidup yang sebagaimana
adanya (bukan yangseharusnya) kita bisa menemukan kehidupan berguna sekaligus
pelayananbermakna buat pihak lain.
Guru alam
Sosok seorang guru sangatlah
penting dalam kehidupan spiritual , tanpa seorang guru kehidupan spiritual akan
menjadi tidak teratur, Karena guru memberikan cahaya
penerang dalam perjalanan kehidupan spiritual
maupun non spiritual. Sebagaimana seorang guru bukan saja guru berwujud
manusia, tetapi sosok guru berwujud dari alam. Alam adalah guru simbolis yang
mengajarkan jalan pencerahan yang sempurna, seperti guru dari peohonan, sebagai
mana yang di tertulis dalam buku suci’ Pohon simbul petapa yang sempurna , Tumbuhnya
menuju cahaya dengan penuh keiklasan’, Bukan saja pohon tapi semua isi alam pun
guru yang membimbing kita semua, Suatu cerita yang saya sukai adalah’ Situmang”
Situmang adalah seorang anak yang penurut dan berbakti kepada orang tuanya. suatu
hari ayahnya menyuruh dia menemukan seorang guru yang bisa membimbing dia
menjadi anak yang sukses sempurna Karena situmang anak yang patuh
maka dia menuruti permintaan ayahnya. setelah dia bertemu dengan guru yang
sangat pintar dia belajar sampai sukses, Setelah dia sukses dia pulang
kerumahnya untuk menemui ayah nya, Tetapi setelah dia menemui ayahnya , Ayahnya
malah sedih melihat anaknya yang sudah sukses karena karil dan kepintaran, Situmang
bertanya kenapa ayah menangis melihat anakmu yang sudah sukses?, Anak ku yang ayah maksud adalah
kamu menjadi orang sukses yang sesungguhnya, bukan sukses karena kepintaran
silahkan kamu balik lagi temui guru mu dan memintalah pelajaran yang tidak membuat
kamu pandai, tetapi pelajaran yang membuat kamu paham.
Karana situmang anak yang berbakti maka dia balik lagi mencari gurunya,
setelah Dihadapan gurunya dia memohon. Guru ayahku menyuruh saya belajar yang
tidak menbuat aku pintar tetapi pelajaran yang menbuat saya paham’ Setelah
mendengar perkataan situmang gurunya bilang baiklah guru akan turuti kemauan kamu, Besok pagi kamu bawa tiga
ekor kambing kehutan nanti jika jumlah kembingnya menjadi seribu maka kamu
kembali lagi pada guru, Sebagaimana sifat situmang yang patuh, maka dia bilang
terimakasih guru. Dan besok pagi sebelum matahari terbit dia sudah pergi ketengah hutan sambil membawa
tiga ekor kambing. Sesampai di tengah hutan dia pun menyesal. buat apa aku di
bodoh -bodohin sama ayah dan guru ku,kapan kambing ini menjadi seribu, kenapa
aku bodoh sekali’ setelah dia berfikir dan dia menjalaninya. satu tahun pertama
dia marah marah dengan semuanya, ditahun kedua dia mulai sadar dan bisa
mengerti bahasa rumput dan cuaca, dan ditahun ketiga dia mengerti bahasa
kambing dan suara alam, dan saat itu pun kambingnya berjumlah seribu ekor, Karena jumlah kambingnya seribu ekor
sebagaimana pesan gurunya dia pun balik menemuai gurunya, sesampai didepan
gurunya bukan dia yang bersujud melainkan gurunya yang bersujud
dihadapannya. Situmang kaget kenapa
guru? gurunya menjawab kamu bukan lagi
muridku tetapi kamu sekarang guruku, karena kamu berhasil memelihara tiga ekor
kambing menjadi seribu, dan mengerti
alam. terimalah hormat ku ini. Dari cerita tersebut satu hal yang sederhana, Alam
bukan hanya menberikan suatu makanan tetapi alam juga memberikan pelajaran bagi
kita (baca:berkah dari alam),itu sebabnya pelajaran bukan hanya dari seorang
guru, atau pun buku suci tetapi alam pun menjadi suatu guru yang siap membimbing
kita kapan pun kita paham dan siap.****Alam mengajar kan kita dengan caranya sendiri***
*****Pandailah menemukan ***
Rabu, 24 April 2013
Liku kehidupan
Dengan demikian
dunia "makna" adalah dunia manusia semata. Manusia tidak
bisa melakukan sesuatu, maupun memaharni sesuatu apabila sesuatu
tersebut tidak bermakna baginya. Bertindak berarti melakukan
sesuatu demi suatu tujuan dan sesuatu hanya bisa menjadi tujuan apabila
mempunyai arti atau bermakna. Dengan d e i h a n adanya makna dan tujuan
yang inp diraih yang membuat kita melakukan suatu tindakan. Suatu tindakan
bermakna tidak hanya semata-mata untuk meraih tujuan-tujuan
berjangka pendek dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang
praktis dan segera, seperti; kita merasa sangat haus karena itu membutuhkan air
untuk menghilangkan rasa haus tersebut, maka tindakan mencari
air mempakan tindakan bermakna. Suatu tindakan dianggap
bermakna karena mencakup sesuatu yang lebih Iuas dan erkaitan dengan
hal-hal yang eksistensial. karena itu yang sering menjadi
persoalan adalah problem makna hidup. Problem makna hidup
merupakan
problem eksistensial manusia, karena menyangkut tentang eksistensi
kehldupannya sendiri di muka bumi ini. Apabila
seseorang memandang bahwa eksistensinya sebagai tidak bermakna
sehingga hdupnya sendiri tidak lagi berarti baginya, maka dengan senduinya
perbuatan apa pun tidak akan bermakna lagi baginya.
"Tindakan
kita masing-masing hanya mempunyai makna apabila keseluruhan
daripadanya tindakan-tindakan itu bagiannya, artinya h id u p
luta sebagai keseluruhan, mempunyai makna". karena itu segala tindakan
yang kita lakukan selalu berkaitan dengan pertayaan tentarrg maktla
hidup' Dengan demikian
mend& makna hidup bagi seseorang merupakan ha1
sangat ktusial bagi eksistensinya sendiri sebagai manusia. Karena itu orang yang
kehdangan ma k n a hidupnya (meaninglesm) aka ia akan kehilangan
harapan dan tujuan hidup. Misalnya ia mengalami kegagalan total
atau ditinggalkan oleh orang yang sangat dlcintai. Dalam situasi
tersebut, ia akan merasakan bahwa hidup ini terasa lumpuh. kalau situasi tersebut
hanya berlangsung dalam kondisi ringan, maka mungkin ia hanya merasa
kurang semangat. Tetapi kalau itu dirasakan sangat berat,
sehingga ia
tidak lag memiliki hasrat untuk melakukan tindakan apa pun,
meskipun itu merupakan
tawaran yang sangat menark Situasi yang d e i h a n itu
akan membuat orang bisa melakukan bunuh diri. karena dianggap bahwa
hidup sudah tidak memiliki arti lag. Dengan demikian
jelas bahwa manusia adalah makhluk yang
memililu hasrat untuk hidup bermakna (the wilt0
meaning). Tidak bisa bisa
Selasa, 23 April 2013
Gelombang kehidupan
KEHIDUPAN manusia adalah kehidupan yang ‘ jatuh bangun ‘.Sang pencipta tidak pernah menjanjikan langit yang selalu biru, namun satu hal yang pasti, setelah hujan redah selalu tampak pelangi.bukan perkara bagaimana kita gagal atau menghadapi masalah, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dari kegagalan tersebut dan mulai melakukan pembaharuan agar hal serupa tidakterulang kembali. Pada kenyataannya, ada begitu banyak manusia yang dengan mudah melakukan vonis terhadap dirinya sendiri dan sekaligus memastikan bahwa tidak bisa melakukan apa-apa,lantaran sudah pernah melakukan kesalahan yang fatal.keberhasilan bukan diukur dari posisi yang telah di capai seseorang dalam kehidupan, melainkan dari rintangan-rintangan yang diatasinya saat berusaha untuk berhasil. Di sinilah letak nilai kehidupan yang bermakna tersebutPengalaman bukan apa yang terjadi pada seseorang, melainkan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang terjadi kepadanya. Mungkin itu pengalaman pahit yang menyisakan duka atau pengalaman manis yang memotivasi kita untuk membuat hidup menjadi lebih hidup.apaun itu, bukan peristiwanya yang penting,melainkan sejauh mana kita merespon peristiwa tersebut. demikian tragis telah merebut optimisme seseorang.
Manusia diberi akal, hati nurani, dan dorongan oleh Sang Pencipta untuk bangkit dari setiap kegagalan dan peistiwa yang begitu menekan. Tidak ada masalah ynag terlalu besar untuk dihadapi,tidak ada langkah yang terlau panjang untuk dijalani, dan tidak ada ornag yang sulit untuk terkadangpengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan cendrung membuat seseorang menjadi pesimis melihat kehidupan ini.Lebih hebatnya lagi, peristiwa kecil yang terjadi dapat berkembang dalam pikiran seseorang melalui imajinasinya sehingga seolah-olah peristiwa tersebut dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan hati Yang jernih dan kepala dingin. Seseorang filsuf pernah bertutur “Kita tidak bisa mengukur berapa tingginya sebuah gunung hingga kita sudah berada di puncaknya dan mengatakan bahwa sebernarnya tinggi gunung tidak seberapa. “Artinya,jangan pernah menyerah sebelum pernah mencoba. Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan pekerjaan adalah pada saat kita berani untuk memulainya. Bukankah seribu langkah kedepan dimulai dari langkah pertama. Ketika peristiwa menekan dan hampur putus asa,percayalah bahwa hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia yang notabene dicipta sebagai ciptaan yang paling sempurna di antara seluruh ciptaannya. Mungkin langkah-langkah praktis yang pernah di lakukan adalah dengan mengidentifikasi secermat mungkin peristiwa ynag kita alami, mungkin memang itu adalah sebuah dari perbuatan selama ini.Kalaupun datangnya dari orang lain,dengan bijaksana kita mealakukan onstrospeksi diri,:Ada apa dengan diri kita sehingga ornag lain berbuat demikian? “ ketika peritiwa tersebut adalah peristiwa alam yang demikian dasyat, maka mata imanlah yang melihat. Bukankah Sang Pencipta yang kita percayai adalah khalik langit dan bumi sebagai alam yang dasyat tersebut? Langkah berikut adalah dengan selalu membuka jalan silahturahmi dengan orang lain untuk membagi pengalaman.Dalam percakapan yang berbagi tersebut, setidaknya akan mengurangi beban mental dan memungkinkan kita untuk menemukan solusi untuk bangkit Langkah terakhir yang penting adalah dengan banyak membaca buku-buku bermutu tentang kehidupan, terutama Kitab Suci karena disinilah sumber kekuatan kita untuk memaknai setiap peristiwa yang terjadi.
‘’Orang tidak dapat menemukan lautan biru kecuali ia memiliki keberanian Jika seseorang sembunyi dari sebuah masalah,maka dia tidak akan sukses’
Mengolah hawa Nafsu menjadi Bhakti
Semua mahluk hidup yang terlahir
di dunia ini terikat oleh tiga sifat yaitu sattwam,rajas dan tamas,yang
mendorong kita semua bekerja(karma).Hawa nafsu salah satunya yang menbuat
banyak manusia terjatuh ,tetapi hawa nafsu juga memiliki satu sisi yang menbuat
kita terbang dan tercerahkan.Apabila manusia melakukan hubungan dengan ciptakan
material,maka cinta kasih yang kekal yang ada didalam hatinya terhadap tuhan
maka diubahlah menjadi hawa nafsu,berhubungan dengan nafsu rendahan. Atau kata lain rasa bhakti
atau cinta pada tuhan diubah menjadi nafsu rendahan yang tidak percaya akan
yang maha kuasa,,,seperti halnya dengan susu akan berubah bila berhubungan
dengan asam sehingga menjadi susu asam,Kemudian sekali lagi apabila hawa nafsu
tidak dipuaskan maka hawa nafsu berubah menjadi kemarahan ,Amarah berubah
menjadi khayalan dan khayalan berubah menjadi kehidupan material yang penuh dengan
belenggu.Karena itu hawa nafsu menjadi musuh yang paling besar bagi mahluk
hidup,dan hanya hawa nafsulah yang mendorong mahluk hidup yang murni supaya
tetap terikat didunia material.Amarah merupakan menifestasi dari
kebodohan,sifar sifat tersebut menwujudkan diri sebagai amarah dan hal hal
lainnya yang berhubungan dengan itu,kalau sifat sifat nafsu dijaga sepaya tidak
merosot menjadi sifat kebodohan,melainkan diangkat menjadi sifat kebaikan
dengan cara hidup dan bertindak sesuai dengan buku suci,maka dengan itu ikatan
rohani seseorang menjadi naik,dan dapat diselamatkan dari kekhayalan material.
Maka menurut kepercayaan orang hindu tuhan
yang turun kedunia(Avatara) untuk menjaga,menbahagiakan beliau yang senantiasa
meningkatkan spiritualitas ( kekjiwaan) dan para mahluk yang selalu bhakti
menpersembahkan sesuatu kepada tuhan,dan apabila sikap pengabdian diubah
menjadi kecendrungan untuk menikmati indira –indria,dan mereka dikuasai oleh hawa nafsu,maka sang jiwa akan
turun.ciptaan material yang diciptaka oleh tuhan untuk menberikan fasilitas
kepada semua mahluk yang ada didunian ini,bukan sebagai mengikat sang roh atau
jiwa melainkan pinjaman untuk kelangsungan kehidupan sang jiwa yang terlahir
menjadi mahluk hidup didunia ini.Karena itu sesuatu sumber nafsu juga diciptaka
oleh tuhan karena itu kalau nafsu diubah menjadi cinta dan bhakti kepada tuhan
,atau diubah menjadi kesadaran atau kata lainnya dengan kata menginginkan
segala sesuat hanya untuk pengabdian diri pada Tuhan maka nafsu dan amarah
dapat dirohanikan.sebagaimana kisah sri rama yang menperlihatkan amarahnya
dengan cara menbakar kota emas milik rahwana,tetapi dengan melakukan hal
demikian dia menjadi penyembah tuhan yang paling mulia,dan tertulis dalam
kesussastraan hindu dalam’Bhagawad gita’krsna menyuruh Arjuna menggunakan
amarahnya untuk berperang melawan musuh dan menegakkan keadilan dan demi
menyenangkan shri krisna.karena itu jika hawa nafsu dan amarah digunaka dalam
kesadaran krisna,maka hawa nafsu tidak menjadi musuh kita ,melainkan menjadi
kawan yang menberikan arah kehidupan menuju pembebasan rohani.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)

