Sabtu, 18 Mei 2013
Jalan Pikiran
Smadhi alam Jiwa
Memimjam buku Suci orang
Hindhu setelah kebijaksanaan itu berkembang maka manusia dikatakan memiliki
kekuatan samadhi ( Baca: Samadhi) akan membuat jiwa seseorang akan tidak goyah,
bagi mereka semua yang muncul pasti ada sebab karena kekuatan samadi akan
membawa perubahan bagi manyak orang, bagi mereka yang memiliki cahaya jiwa atau
samadhii mereka akan berpikir begini sedangkan orang lain begitu karena bagi
orang yang memiliki kekuatan samadhi mengetahui dengan jelas mana yang benar
bagi banyak orang dan mana yang merugikan banyak orang. Didalam sastra Bhagwad
gita tertulis; Orang yang bijak akan membukkan jalan yang terbaik bagi banyak
orang dan beliau akan membawa orang menjauh dari alam kenistaan atau samsara.
Kekuatan samadhi tidak akan pernah luntur
karena salah satu riset menunjukan kekuatan samadhi itu sama dengan kekuatan
Tuhan. Kekuatan samadhi akan berlangsung secara terus menerus bagi semua orang
yang mempraktikkannya, jika benar benar menyelami kedalam hal tersebut tidak
perlu anda cari di luar karena semuanya itu ada didalam diri masing masing.
Kekuatan samadhi itu sangatlah kokoh tapi lembut, kokoh tidak tergoyahkan oleh
hal-hal luar dan Jika seseorang sudah dikuasai oleh kekuatan samadhi maka akan
berjiwa lembut penuh dengan kasih sayang. Inilah kekuatan Samadhi sumber dari
Energi spirit dan sumber Energi Pencerahan.
Jumat, 17 Mei 2013
Bunga Kehidupan
Dalam sebuah kunjungan ke sebuah panti jompo yang
serba kecukupan, Ibu Teresa pernah memiliki pengalaman yang patut di simak.
Kendati kehidupan di panti jompo ini
tergolong lebih dari cukup, semua orang tua yang tinggal di sini, ketika duduk
diruangan untuk menonton tv, bukannya
memandang tv, hampir semua mata menatap pintu masuk. Alasan kenapa mereka
menatap pintu masuk, karena semuanya berharap akan dikunjungi oleh anak,
keluarga atau saudara yang bisa memberi mereka perhatian. Membaca pengalaman
ini, saya teringat sedih ke Bapak saya yang tinggal dikampung sana. Di
umurnya yang sudah berkepala sembilan, setiap sore setelahmandi, beliau selalu diminta dipapah dan disediakan
kursi untuk duduk di pintu masuk rumah. Untuk kemudian, menatap setiap
orang yang lewat di jalan satupersatu.Tetangga
saya sebelah rumah di Bintaro Jaya juga demikian. Hampir setiap soreorang tua
yang berjalan dibantu kursi roda ini, duduk di depan rumahnya sambilmemandangi
jalan.Tadinya, saya tidak tahu apa yang mereka fikirkan, tetapi ketika
membacapengalaman Ibu Teresa di atas, ada
semacam perasaan berdosa terhadap Bapaksaya di kampung, demikian juga dengan
orang tua sebelah rumah.Rupanya, mereka amat rindu perhatian. Di umur-umur yang
tidak lagi produktif ini,setangkai bunga perhatian adalah
vitamin-vitamin kejiwaan yang amat dibutuhkan.Yang jelas, siapapun Anda dan di manapun Anda berada, tua muda, di kota
maupundi desa, semua memerlukan perhatian orang lain. Sayangnya, banyak
orang yangamat pelit untuk memberikan bunga perhatian buat orang lain. Tidak
sedikit orang,hanya meminta untuk diberikan bunga terakhir. Padahal, bunga
terakhir berhargatidak mahal. Bahkan, kita tidak membelinya.Dalam ruang lingkup yang lebih besar, alasan
ekonomi biaya tinggi sebagai tamengketidakmampuan dalam mensejaterakan
karyawan, jauhnya jarak sosial antaraatasan dengan bawahan, tingginya rasio
antara gaji orang di puncak dengan orangdi bawah, teganya politisi
membunuh orang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu,atau koruptor yang rela
mengkorupsi dana untuk rakyat miskin, adalah rangkaianbukti yang bisa membawa saya pada kesimpulan, betapa langkanya orang
danpemimpin yang kemana-mana membawa setangkai bunga perhatian.Memang,
ada orang yang memiliki teori, bahwa kalau kita lahir dari masyarakat dankeluarga yang miskin perhatian, maka kitapun akan
terbentuk menjadi manusia
yangmiskin
perhatian juga.Inilah problemanya. Jika
menunggu sampai masyarakat dan keluarga berubah, atauorganisasi berubah baru
kemudian individunya berubah, maka kapan bisa terbentukbarisan manusia lengkap
dengan bunga perhatian yang indah ?Ibu Teresa tepat sekali ketika
menulis : "
We must remember that love begins
at home, and wemust also remember that the future of
humanity passes through The Family’ Ini berarti, bunga perhatian mesti mulai ditanam,
dipupuk dan disemai di rumah.Sebab, dari
rumahlah bunga indah ini disebarkan. Kenapa mulai dari rumah, sebabmasa
depan kemanusiaan berjalan melalui institusi keluarga.Bercermin dari sini, kadang saya dihinggapi
perasaan berdosa. Sebab, semenjakmerangkap menjadi eksekutif, konsultan,
pembicara publik dan penulis, sering kalimeninggalkan rumah pada hari Senen
pagi dan pulang Jumat malam. Kendati setiaphari saya menelepon ke rumah, merayu
isteri beberapa menit, bercanda dengananak-anak, minta dibelikan
oleh-oleh apa, dan seterusnya, tetapi tetap ada sesuatuyang kurang.Putera saya yang bungsu, sering kali meminta makan di
pangkuan saya tatkala saya juga makan. Wika puteri semata wayang
saya, semangat sekali setiap kali sayasampai di rumah. Adi, putera kedua saya,
sering kali merengek ke supir agar diajakikut menjemput saya di bandar udara. Semua itu, membuat
perasaan berdosa dalamdiri ini. Bagaimanakah
saya akan menanam bunga perhatian dalam keluarga yangamat saya cintai ini?
Kadang, saya berharap memiliki waktu empat puluh delapan jam
sehari. Sempat teringat petuah teman untuk meningkatkan kualitas bukankuantitas
hubungan dengan anak. Atau mengkompensasinya
dengan materi.Akan tetapi, tetap tidak bisa memberikan kompensasi. Apapun
bayarannya, setiapanak mendambakan Papanya
ikut bermain dengan mereka. Menaikkan layang-layang yang ingin diterbangkan.
Menendang bola yang gawangnya mereka jaga.Menggambarkan kelinci dalam kertas yang anak-anak sediakan.Menjemput puteri saya di
sekolah yang sedang sombong-sombongnya memamerkanPapanya serta mobilnya, mengantar Adi berenang,
menaikkan layang-layang, sertabermain game
sepuasnya, atau mengajak Komang berjalan-jalan dan menjawabsemua
keingintahuannya, atau menemani isteri sehari penuh dan memenuhikeinginannya,
adalah serangkaian mimpi yang jarang bisa saya penuhi. Serangkaiankegiatan,
yang sebenarnya bisa membuat pohon bunga perhatian tumbuh di mana-mana di
rumah.Sering kali saya dibuat iri oleh tetangga yang amat rajin menemani
anaknya naiksepeda berkeliling komplek. Ada juga yang setiap pagi memandikan
anjingkesayangan sang anak, menuntun anak sampai gerbang sekolah, mengajari
merekanaik sepeda. Lebih iri lagi, kalau di bandar udara saya bertemu seorang
suami yangmenggandeng isterinya dengan penuh kemesraan.Semacam lahan subur
untuk bunga perhatian, bukankah akan membahagiakansekali jika kita bekerja di
sebuah organisasi yang diisi oleh manusia-manusia yangsaling memperhatikan?
Sabtu, 11 Mei 2013
Gelombang kehidupan
Manusia diberi akal, hati
nurani, dan dorongan oleh Sang Pencipta untuk bangkit dari setiap kegagalan dan
peistiwa yang begitu menekan. Tidak ada masalah ynag terlalu besar untuk
dihadapi,tidak ada langkah yang terlau panjang untuk dijalani, dan tidak ada
ornag yang sulit untuk terkadangpengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan
cendrung membuat seseorang menjadi pesimis melihat kehidupan ini.Lebih hebatnya
lagi, peristiwa kecil yang terjadi dapat berkembang dalam pikiran seseorang
melalui imajinasinya sehingga seolah-olah peristiwa tersebut dihadapi ketika
kita mampu menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan hati Yang jernih dan
kepala dingin. Seseorang filsuf pernah bertutur “Kita tidak bisa mengukur
berapa tingginya sebuah gunung hingga kita sudah berada di puncaknya dan
mengatakan bahwa sebernarnya tinggi gunung tidak seberapa. “Artinya,jangan
pernah menyerah sebelum pernah mencoba. Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan
pekerjaan adalah pada saat kita berani untuk memulainya. Bukankah seribu
langkah kedepan dimulai dari langkah pertama. Ketika peristiwa menekan dan
hampur putus asa,percayalah bahwa hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan
kita sebagai manusia yang notabene dicipta sebagai ciptaan yang paling sempurna
di antara seluruh ciptaannya. Mungkin langkah-langkah praktis yang pernah
di lakukan adalah dengan
mengidentifikasi secermat mungkin peristiwa ynag kita alami, mungkin memang itu
adalah sebuah dari perbuatan selama ini.Kalaupun datangnya dari orang
lain,dengan bijaksana kita mealakukan onstrospeksi diri,:Ada apa dengan diri
kita sehingga ornag lain berbuat demikian? “ ketika peritiwa tersebut adalah
peristiwa alam yang demikian dasyat, maka mata imanlah yang melihat. Bukankah
Sang Pencipta yang kita percayai adalah khalik langit dan bumi sebagai alam
yang dasyat tersebut? Langkah berikut adalah dengan selalu membuka jalan
silahturahmi dengan orang lain untuk membagi pengalaman.Dalam percakapan yang
berbagi tersebut, setidaknya akan mengurangi beban mental dan memungkinkan kita
untuk menemukan solusi untuk bangkit Langkah terakhir yang penting adalah
dengan banyak membaca buku-buku bermutu
tentang kehidupan, terutama Kitab Suci karena disinilah sumber kekuatan kita
untuk memaknai setiap peristiwa yang terjadi.
‘’Orang tidak dapat menemukan lautan biru kecuali ia memiliki
keberanian Jika seseorang sembunyi dari sebuah masalah,maka dia tidak akan
sukses’’
Jumat, 03 Mei 2013
Keyakinan
Sebagaimana cerita seorang ibu tibet dan
seorang putra yang menjadi saudagar sayur ke india,Suatu hari ibunya memanggil
putranya’anakku nanti kalau kau berjualan ke india belikan ibu sebuah relif
suci,’baik bu,,keesokan hari nya sebelum matahari terbit pemuda itu sudah
berangkat sambil menbawa segerobak sayur dan buah-buahan.Setelah habis
berjualan dia kembali kerumah dan sesampai di depan rumah nya dia baru ingat
bahwa ibunya menyuruh dia menbeli sebuah relif. Setelah dia masuk kerumah
ibunya bertanya’’nak jadi kamu belikan ibu sebuah relif,maaf Bu minggu depan
saya beliin ibu relif ,hari ini saya lupa karena hari ini banyak pembeli yang
menbuat saya lupa belikan ibu relif,Sampai tiga kali lupa ,ibunya berkata’Satu
kali lagi kamu lupa menbelikan ibu relif ,Ibu akan bunuh diri,’karena ibunya
mengancam akhirnya dia berjanji pada ibunya akan menbelikan ibunya sebuah
refil.
Dan sebagaimana biasanya bisok harinya dia
pergi ke india sambil menbawa sekeranjang sayur dan buah buahan,Tapi sayangnya
setelah barangnya habis dijual dia balik tanpa menbeli relif,tetapi dia tidak
sadar bahwa dia disuruh menbelikan relif,Dipertengahan jalan dia baru ingat dan
berhenti’saya lupa beli relif maka ibu saya akan bunuh diri’dia berdiri sejenak
sambil melihat lihat sekitarnya,Dan disaat itu pun alam bermurah hati, pemuda
tersebut melihat bangkai anjing di pinggir jalan,karana dia saudagar yang
banyak akar maka dia pun mencongkel tiga buah gigi anjing tersebut dan
menbungkusnya dengan kain yang berwarna kuning, Setelah sampai dirumah pemuda tersebut
menberikan relif gigi anjing itu pada ibunya.Ibunya berkata’Terimakasih Nak
kamu sudah menepati janji mu ,Sekarang ibu sudah merasa lega,Bahwa keyakinannya
ibu tua tersebut sangat besar terhadap relif tersebut yang sebenarnya hanya
sebuah gigi bangkai anjing,maka setiap malam dan pagi ibu tua itu menyalakan
dupa,lilin dan pengharum ruangan di atlar tempat relif itu dia simpan.
Setelah bertahun tahun ibu tua itu memuja
gigi anjing akhirnya ibu tua itu meninggal dunia,Dan saat itu pun kejadian yang ajaib pun muncul dari relif gigi
anjing tersebut yang dipuja bertahun
tahun itu memancarkan warna pelangi dan didalam nya terdapat rupang budha yang
di lingkari dengan cahaya kuning.Anak nya yang telah menbohongi ibunya itu
sadar ,dan bersujud dihadapan lilif gigi anjaing tersebut...Bahwa keyakinan
ibuku yang begitu besar bisa mengubah gigi bangkai anjing menjadi relif budha
yang memancarkan sinar suci ke semua penjuru.Pelajarannya sangat sederhana
‘Keyakinan menbuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,itu sebab
keyakinan sangat dibutuhkan dalam berbagai hal........
Awan putih Bergegas Pergi
Ketika sang surya mulai nampak dibelahan
timur. Burung mulai bernyanyi, suara ayam bagaikan lonceng yang dipukul oleh para bikhu, Pagipun beranjak
meninggalkan kesejukan. Ketika Kewangian, kesegaran luntur oleh kekeringan,
Ketika banyak orang mulai bepergian berebutan pijakan, ketika langit semakin
membiru memancarkan warnanya, Ketika kesunyian menemani dan diiringi sayup
sayup suara orang yang beraktivitas. Menunggu dan terus menunggu entah apa yang
ditunggu? Keberadaan sang bidadari yang selama ini yang mereka cari yang
berharga dan istimewa. Yang membuat hangat ketika dingin menerpa, Melindungi
ketika panas memuncak menggetarkan semangat. Tujuan yang pasti adalah
kebahagian dan membagi berkah pada semua mahluk. Bukankah kita dilahirkan
seorang diri lalu saling mengenal lantas kita menjalani hidup bersama pula,
Sungguh waktu kerbersamaan merupakan nikmat yang harus disyukuri, Ingat waktu
terus berjalan serupa dengan halnya Awan dilangit. Coba perhatika awan dilangit
la menggulung membentuk kura kura, membelah menyerupai bunga mawar, bergerak
berlahan lahan kemudian lenyap. Kehidupan serupa kadang bahagia kadang
menderita, kadang senang kadang sedih pada akhirnya dia menghilang, Itu
sebabnya jangan terlena dengan ilusi, jangan terpelenggu oleh ketidak kekalan
(maya) supaya kita tidak tertinggal dibelakang.
Karena kehidupan terus berubah maka mulailah dari detik ini belajar
mensyukuri rahmat Tuhan karena masih bisa menghirup nafas, diberi kesehatan ,
masih mengeyam pendidikan. Perbaiki diri dari kesombongan, menghindari
kejahatan, jeratan kekejian kenistaan dan kebohongan. Dan mulailah hidup dalam
kebenaran. Seperti syair tua yang saya sukai’’Tinta putih menbasahi kanvas,
Kertas hitam bukan diwarnai’ berlaku bijak berkata benar, konsistendiri, hargai
diri anda, dan yang paling penting adalah benahi moralitas, perbaiki citra
diri, jauhi sifat malas dan boros, Fokuslah pada apa yang hendaki kita capai
amati terus, Entah apa yang akan dihendaki oleh tuhan. karena kehidupan seperti
gumpalan awan di langit yang terus berganti.
******Masa lalu biarkan berlalu*Masa
depan penuh ketidak pastian****
Tetesan Embun Pencerahan
Sayangnya, Pencerahan tidak bisa
didapatkan melalui keriuhan kata- kata , pamer, kepintaran , apalagi seorang
perang logika. Meminjam Confusius Pencarahan hanya bisa dialami oleh siapa saja
yang tekun mengerti dan melaksanakan. Laksanakan ajaran suci kemudian baru
pintu pengertian mendalam mungkin terbuka.
Datang dengarkan, praktekkan meditasi, kemudian
lihat bagaimana ruang-ruang didalam yang gelap dari satu kehidupan ke kehidupan
lain oleh ketidaktahuan dan keamarah, Tiba
tiba diterangi oleh cahaya (vidya ) kesadaran. kalau sudah diterangi cahaya
pemahaman seperti ini, Mudah dimaklumi seorang yogi atau petapa yang
menghabiskan waktu lama sekali dalam diam, melatih tubuh dalam kesederhanaan,
mengistirahatkan pikiran dalam keheningan
Bagi orang orang tersebut serupa merasakan kelembutan air dengan
sentuhannya , mirip dengan menikmati sejuknya embun dipagi hari. Dengan cara
bangun pagi, demikian juga dengan meditasi. Keindahan meditasi hanya terbuka
pada siapa saja yang sudah melaksanakannya. Sesederhnanya meditasi membiasakan
pikiran, Dari pikiran negatif yang
kacau, menuju pikiran yang positif yang penuh kasih sayang yang berujuk pada pikiran yang alamiah
(serupa alam). Perpindahan pikiran negatif
menuju pada pikiran yang positif berunjuk pada kesempurnaan alam.
keberhasilan amat ditentukan oleh seberapa
sempurna seseorang yang memperaktekkan kesadaran dalam kesehariannya. Sebagaimana
dialami manusia kebanyakan pikiran yang belum diterangi oleh cahaya kesadaran
adalah sumber konflik dan penyakit, Intevensi formasi melalui obat abatan yang ditujukan oleh banyak penelitan dan
Obat-obatan tersebut hanya membantu meringankan seseorang dari gejala. Tidak
pernah sepenuhnya menyembuhkan, terutama karena obat tidak pernah sempurna
mengembalikan keseimbangan tubuh,
spirit, pikiran, dan melalui meditasi sekurang-kurangnya dari pikiran yang
negatif menjadi pikiran yang positif seseorang sudah mendekati titik balik
keseimbangan dan kesembuhan.
Lebih lebih bila seseorang bisa mencapai kesempurnaan dalam meditasi maka
keseimbangan dicapai dengan senatural garam yang asin dan senatural gula yang
manis tanpa paksaan, Bila Meditasi seseorang sudah sempurna serupa tetesan
embun yang jatuh dari dedaunan di pagi hari, Keseimbangan dan kesempurnaana
yang diproleh secara tidak Dipaksakan semuanya akan berjalan secara alamiah, yang
serupa alam siang malam, terus berputar, awan putih dan awan hitam terus berganti (baca;awan
putih bergegas pergi) dan hari, bulan, tahun terus Berganti. Semua hal tersebut
sama dengan bentuk-bentuk pikiran, perasaan,
persepsi didalam yang Serupa dengan alam, terus berganti berubah, Yang tetap
adalah perubahan itu sendiri, melawan perubahan itulah penderitaan, sedangkan
mengalir bersama perubahan itulah keheningan dan kedamaian, Dan menyaksikan
perubahan itulah meditasi sejuk embun pagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)

.jpg)