Mengambil kutipan dari guru saya bahwa
sebelum kita bertindak dan melangkah meraih sesuatu kita di harapkan memilki
pengetahuan dasar dan kebijaksanaan. Menurut teori dasar yang pertama datang
adalah kebijaksanaan dan diakhiri dengan samadhi. Karena kebijaksanaan dasar
dari praktik dari samadhi . kebijaksanaan akan memahami konsenkensi dari apa
yang kita lakukan guna mengendalikan dan
mempertahankan kerja (karma) dari pikiran. Maka didalam ajaran yang saya ikuti
kebijaksanaan adalah jalan untuk memurnikan jasmani dan rohani kita, mana kala
kita kita terbiasa dengan tindakan yang
berawal dari kebijaksanaan maka kita berlahan lahan menuju kesempurnaan atau samadhi.
Ditingkatan samadhi adalah dimana hanya ada aksi pemenangan diri dengan diam
alami dengan pikiran yang kosong. Didalam bahasa sederhana samadhi adalah
dimana kerinduan seorang anak dengan ayahnya yang sudah berpisah selama puluhan
tahun, dimana samadhi dalah menyatunya
atma dengan paramatman atau tuhan.
Sabtu, 18 Mei 2013
Pentingnya Intelektual
Energi Rohani
Tanpa
sengaja disiang hari bertepatan bapak Gubernur bali kunjungan kedesa saya, saya
duduk dibawah pohon cempaka sambil merenung, tiba tiba pikiran saya tenang
sekali seolah olah pikiran saya itu benar benar istirahat dengan rileks yang
mendalam. Itu terjadi dengan sedirinya. Pikiran yang melompat lompat dan
bergerak- gerak mulai kedalam dan mendalam lagi sampai bertemu dengan
keheningagan batin didalam. Bahkan lebih
jauh lagi menyatu dengan keheningan batin yang mendalam, dan kita akan
mendapatkan ketenangan yang lebih dari sebelumnya.
Sebagaimana sifat alamiah pikiran yang tidak
menetap seperti kelinci (Baca :pikiran kelinci) tak lama kemudian dia pun
keluar dari garis ketenangan dan mulai beraktivitas (kerja). Seperti lagunya
anak anak Tk: molompatikian kemari
sepanjang hari, aku ingin menemani sepulang sekolah bersama mu lagi
menari nari. Pikiran juga serupa dengan kelinci melompat –lompat kesana –sini
tapi tugas kita hanya merawatnya dengan penuh lembut dan kasih, kalau kita
tidak merawatnya maka kelinci pikiran
akan tambah ganas dan kencang tetapi kalau kita rawat kelinci itu maka dia akan
duduk dipangkuan kita.
Saya disarankan sama guru gede prama untuk
tidak memaksa pikiran untuk diam atau mengarahkan dengan paksaan, karena apapun
boleh terjadi didalam pikiran kita cukup mengamati dan menyadarinya dengan rasa
syukur dan senyuman yang manis seperti halnya kita bermain dengan kelinci.
Setelah pikiran keluar dari garis ketenangan
batin kita tidak boleh marah, atau menyalahkan pikiran. Saya disarankan sama
guru Gede prama untuk tidak mempertanyakan tertang apa yang terjadi sebab
sesuatu itu muncul pasti akan berakhir. Semuanya akan hilang yang ada hanya
kekeosongan itu. Pikiran setelah meluncur kedalam, berdiam disana selama la mau
dan setelah itu kembali keluar terus begi sesampai pikiran itu tidak
terpengaruhi oleh karma (kerja) kita tidak bisa menyuruh la tinggal selama
lamanya di sana juga kita tidak bisa mencegah la keluar dan kita tidak akan
mengerti persis bagaimana la tinggal di dalam batin.
Jalan Pikiran
Smadhi alam Jiwa
Memimjam buku Suci orang
Hindhu setelah kebijaksanaan itu berkembang maka manusia dikatakan memiliki
kekuatan samadhi ( Baca: Samadhi) akan membuat jiwa seseorang akan tidak goyah,
bagi mereka semua yang muncul pasti ada sebab karena kekuatan samadi akan
membawa perubahan bagi manyak orang, bagi mereka yang memiliki cahaya jiwa atau
samadhii mereka akan berpikir begini sedangkan orang lain begitu karena bagi
orang yang memiliki kekuatan samadhi mengetahui dengan jelas mana yang benar
bagi banyak orang dan mana yang merugikan banyak orang. Didalam sastra Bhagwad
gita tertulis; Orang yang bijak akan membukkan jalan yang terbaik bagi banyak
orang dan beliau akan membawa orang menjauh dari alam kenistaan atau samsara.
Kekuatan samadhi tidak akan pernah luntur
karena salah satu riset menunjukan kekuatan samadhi itu sama dengan kekuatan
Tuhan. Kekuatan samadhi akan berlangsung secara terus menerus bagi semua orang
yang mempraktikkannya, jika benar benar menyelami kedalam hal tersebut tidak
perlu anda cari di luar karena semuanya itu ada didalam diri masing masing.
Kekuatan samadhi itu sangatlah kokoh tapi lembut, kokoh tidak tergoyahkan oleh
hal-hal luar dan Jika seseorang sudah dikuasai oleh kekuatan samadhi maka akan
berjiwa lembut penuh dengan kasih sayang. Inilah kekuatan Samadhi sumber dari
Energi spirit dan sumber Energi Pencerahan.
Jumat, 17 Mei 2013
Bunga Kehidupan
Dalam sebuah kunjungan ke sebuah panti jompo yang
serba kecukupan, Ibu Teresa pernah memiliki pengalaman yang patut di simak.
Kendati kehidupan di panti jompo ini
tergolong lebih dari cukup, semua orang tua yang tinggal di sini, ketika duduk
diruangan untuk menonton tv, bukannya
memandang tv, hampir semua mata menatap pintu masuk. Alasan kenapa mereka
menatap pintu masuk, karena semuanya berharap akan dikunjungi oleh anak,
keluarga atau saudara yang bisa memberi mereka perhatian. Membaca pengalaman
ini, saya teringat sedih ke Bapak saya yang tinggal dikampung sana. Di
umurnya yang sudah berkepala sembilan, setiap sore setelahmandi, beliau selalu diminta dipapah dan disediakan
kursi untuk duduk di pintu masuk rumah. Untuk kemudian, menatap setiap
orang yang lewat di jalan satupersatu.Tetangga
saya sebelah rumah di Bintaro Jaya juga demikian. Hampir setiap soreorang tua
yang berjalan dibantu kursi roda ini, duduk di depan rumahnya sambilmemandangi
jalan.Tadinya, saya tidak tahu apa yang mereka fikirkan, tetapi ketika
membacapengalaman Ibu Teresa di atas, ada
semacam perasaan berdosa terhadap Bapaksaya di kampung, demikian juga dengan
orang tua sebelah rumah.Rupanya, mereka amat rindu perhatian. Di umur-umur yang
tidak lagi produktif ini,setangkai bunga perhatian adalah
vitamin-vitamin kejiwaan yang amat dibutuhkan.Yang jelas, siapapun Anda dan di manapun Anda berada, tua muda, di kota
maupundi desa, semua memerlukan perhatian orang lain. Sayangnya, banyak
orang yangamat pelit untuk memberikan bunga perhatian buat orang lain. Tidak
sedikit orang,hanya meminta untuk diberikan bunga terakhir. Padahal, bunga
terakhir berhargatidak mahal. Bahkan, kita tidak membelinya.Dalam ruang lingkup yang lebih besar, alasan
ekonomi biaya tinggi sebagai tamengketidakmampuan dalam mensejaterakan
karyawan, jauhnya jarak sosial antaraatasan dengan bawahan, tingginya rasio
antara gaji orang di puncak dengan orangdi bawah, teganya politisi
membunuh orang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu,atau koruptor yang rela
mengkorupsi dana untuk rakyat miskin, adalah rangkaianbukti yang bisa membawa saya pada kesimpulan, betapa langkanya orang
danpemimpin yang kemana-mana membawa setangkai bunga perhatian.Memang,
ada orang yang memiliki teori, bahwa kalau kita lahir dari masyarakat dankeluarga yang miskin perhatian, maka kitapun akan
terbentuk menjadi manusia
yangmiskin
perhatian juga.Inilah problemanya. Jika
menunggu sampai masyarakat dan keluarga berubah, atauorganisasi berubah baru
kemudian individunya berubah, maka kapan bisa terbentukbarisan manusia lengkap
dengan bunga perhatian yang indah ?Ibu Teresa tepat sekali ketika
menulis : "
We must remember that love begins
at home, and wemust also remember that the future of
humanity passes through The Family’ Ini berarti, bunga perhatian mesti mulai ditanam,
dipupuk dan disemai di rumah.Sebab, dari
rumahlah bunga indah ini disebarkan. Kenapa mulai dari rumah, sebabmasa
depan kemanusiaan berjalan melalui institusi keluarga.Bercermin dari sini, kadang saya dihinggapi
perasaan berdosa. Sebab, semenjakmerangkap menjadi eksekutif, konsultan,
pembicara publik dan penulis, sering kalimeninggalkan rumah pada hari Senen
pagi dan pulang Jumat malam. Kendati setiaphari saya menelepon ke rumah, merayu
isteri beberapa menit, bercanda dengananak-anak, minta dibelikan
oleh-oleh apa, dan seterusnya, tetapi tetap ada sesuatuyang kurang.Putera saya yang bungsu, sering kali meminta makan di
pangkuan saya tatkala saya juga makan. Wika puteri semata wayang
saya, semangat sekali setiap kali sayasampai di rumah. Adi, putera kedua saya,
sering kali merengek ke supir agar diajakikut menjemput saya di bandar udara. Semua itu, membuat
perasaan berdosa dalamdiri ini. Bagaimanakah
saya akan menanam bunga perhatian dalam keluarga yangamat saya cintai ini?
Kadang, saya berharap memiliki waktu empat puluh delapan jam
sehari. Sempat teringat petuah teman untuk meningkatkan kualitas bukankuantitas
hubungan dengan anak. Atau mengkompensasinya
dengan materi.Akan tetapi, tetap tidak bisa memberikan kompensasi. Apapun
bayarannya, setiapanak mendambakan Papanya
ikut bermain dengan mereka. Menaikkan layang-layang yang ingin diterbangkan.
Menendang bola yang gawangnya mereka jaga.Menggambarkan kelinci dalam kertas yang anak-anak sediakan.Menjemput puteri saya di
sekolah yang sedang sombong-sombongnya memamerkanPapanya serta mobilnya, mengantar Adi berenang,
menaikkan layang-layang, sertabermain game
sepuasnya, atau mengajak Komang berjalan-jalan dan menjawabsemua
keingintahuannya, atau menemani isteri sehari penuh dan memenuhikeinginannya,
adalah serangkaian mimpi yang jarang bisa saya penuhi. Serangkaiankegiatan,
yang sebenarnya bisa membuat pohon bunga perhatian tumbuh di mana-mana di
rumah.Sering kali saya dibuat iri oleh tetangga yang amat rajin menemani
anaknya naiksepeda berkeliling komplek. Ada juga yang setiap pagi memandikan
anjingkesayangan sang anak, menuntun anak sampai gerbang sekolah, mengajari
merekanaik sepeda. Lebih iri lagi, kalau di bandar udara saya bertemu seorang
suami yangmenggandeng isterinya dengan penuh kemesraan.Semacam lahan subur
untuk bunga perhatian, bukankah akan membahagiakansekali jika kita bekerja di
sebuah organisasi yang diisi oleh manusia-manusia yangsaling memperhatikan?
Sabtu, 11 Mei 2013
Gelombang kehidupan
Manusia diberi akal, hati
nurani, dan dorongan oleh Sang Pencipta untuk bangkit dari setiap kegagalan dan
peistiwa yang begitu menekan. Tidak ada masalah ynag terlalu besar untuk
dihadapi,tidak ada langkah yang terlau panjang untuk dijalani, dan tidak ada
ornag yang sulit untuk terkadangpengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan
cendrung membuat seseorang menjadi pesimis melihat kehidupan ini.Lebih hebatnya
lagi, peristiwa kecil yang terjadi dapat berkembang dalam pikiran seseorang
melalui imajinasinya sehingga seolah-olah peristiwa tersebut dihadapi ketika
kita mampu menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan hati Yang jernih dan
kepala dingin. Seseorang filsuf pernah bertutur “Kita tidak bisa mengukur
berapa tingginya sebuah gunung hingga kita sudah berada di puncaknya dan
mengatakan bahwa sebernarnya tinggi gunung tidak seberapa. “Artinya,jangan
pernah menyerah sebelum pernah mencoba. Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan
pekerjaan adalah pada saat kita berani untuk memulainya. Bukankah seribu
langkah kedepan dimulai dari langkah pertama. Ketika peristiwa menekan dan
hampur putus asa,percayalah bahwa hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan
kita sebagai manusia yang notabene dicipta sebagai ciptaan yang paling sempurna
di antara seluruh ciptaannya. Mungkin langkah-langkah praktis yang pernah
di lakukan adalah dengan
mengidentifikasi secermat mungkin peristiwa ynag kita alami, mungkin memang itu
adalah sebuah dari perbuatan selama ini.Kalaupun datangnya dari orang
lain,dengan bijaksana kita mealakukan onstrospeksi diri,:Ada apa dengan diri
kita sehingga ornag lain berbuat demikian? “ ketika peritiwa tersebut adalah
peristiwa alam yang demikian dasyat, maka mata imanlah yang melihat. Bukankah
Sang Pencipta yang kita percayai adalah khalik langit dan bumi sebagai alam
yang dasyat tersebut? Langkah berikut adalah dengan selalu membuka jalan
silahturahmi dengan orang lain untuk membagi pengalaman.Dalam percakapan yang
berbagi tersebut, setidaknya akan mengurangi beban mental dan memungkinkan kita
untuk menemukan solusi untuk bangkit Langkah terakhir yang penting adalah
dengan banyak membaca buku-buku bermutu
tentang kehidupan, terutama Kitab Suci karena disinilah sumber kekuatan kita
untuk memaknai setiap peristiwa yang terjadi.
‘’Orang tidak dapat menemukan lautan biru kecuali ia memiliki
keberanian Jika seseorang sembunyi dari sebuah masalah,maka dia tidak akan
sukses’’
Jumat, 03 Mei 2013
Keyakinan
Sebagaimana cerita seorang ibu tibet dan
seorang putra yang menjadi saudagar sayur ke india,Suatu hari ibunya memanggil
putranya’anakku nanti kalau kau berjualan ke india belikan ibu sebuah relif
suci,’baik bu,,keesokan hari nya sebelum matahari terbit pemuda itu sudah
berangkat sambil menbawa segerobak sayur dan buah-buahan.Setelah habis
berjualan dia kembali kerumah dan sesampai di depan rumah nya dia baru ingat
bahwa ibunya menyuruh dia menbeli sebuah relif. Setelah dia masuk kerumah
ibunya bertanya’’nak jadi kamu belikan ibu sebuah relif,maaf Bu minggu depan
saya beliin ibu relif ,hari ini saya lupa karena hari ini banyak pembeli yang
menbuat saya lupa belikan ibu relif,Sampai tiga kali lupa ,ibunya berkata’Satu
kali lagi kamu lupa menbelikan ibu relif ,Ibu akan bunuh diri,’karena ibunya
mengancam akhirnya dia berjanji pada ibunya akan menbelikan ibunya sebuah
refil.
Dan sebagaimana biasanya bisok harinya dia
pergi ke india sambil menbawa sekeranjang sayur dan buah buahan,Tapi sayangnya
setelah barangnya habis dijual dia balik tanpa menbeli relif,tetapi dia tidak
sadar bahwa dia disuruh menbelikan relif,Dipertengahan jalan dia baru ingat dan
berhenti’saya lupa beli relif maka ibu saya akan bunuh diri’dia berdiri sejenak
sambil melihat lihat sekitarnya,Dan disaat itu pun alam bermurah hati, pemuda
tersebut melihat bangkai anjing di pinggir jalan,karana dia saudagar yang
banyak akar maka dia pun mencongkel tiga buah gigi anjing tersebut dan
menbungkusnya dengan kain yang berwarna kuning, Setelah sampai dirumah pemuda tersebut
menberikan relif gigi anjing itu pada ibunya.Ibunya berkata’Terimakasih Nak
kamu sudah menepati janji mu ,Sekarang ibu sudah merasa lega,Bahwa keyakinannya
ibu tua tersebut sangat besar terhadap relif tersebut yang sebenarnya hanya
sebuah gigi bangkai anjing,maka setiap malam dan pagi ibu tua itu menyalakan
dupa,lilin dan pengharum ruangan di atlar tempat relif itu dia simpan.
Setelah bertahun tahun ibu tua itu memuja
gigi anjing akhirnya ibu tua itu meninggal dunia,Dan saat itu pun kejadian yang ajaib pun muncul dari relif gigi
anjing tersebut yang dipuja bertahun
tahun itu memancarkan warna pelangi dan didalam nya terdapat rupang budha yang
di lingkari dengan cahaya kuning.Anak nya yang telah menbohongi ibunya itu
sadar ,dan bersujud dihadapan lilif gigi anjaing tersebut...Bahwa keyakinan
ibuku yang begitu besar bisa mengubah gigi bangkai anjing menjadi relif budha
yang memancarkan sinar suci ke semua penjuru.Pelajarannya sangat sederhana
‘Keyakinan menbuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,itu sebab
keyakinan sangat dibutuhkan dalam berbagai hal........
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)